Showing posts with label Tausiyah dan Kata Mutiara. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah dan Kata Mutiara. Show all posts

Bocah Luar Biasa Zhang Da


Islamedia - Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.


Terlambat

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terjelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, ditempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri menunggu keputusan.

menyesal sudah tidak mungkin,
tobat tak lagi dianggap,
dan maafpun tak bakal didengar
aku benar-benar sendiri.....

Ya Robbi...
Jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik Mu
beberapa hari saja...

aku harus berkeliling memohon maaf pada mereka
yang selama ini aku telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi

begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesiasiaan...

Aku dimakamkan hari ini
dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi terlambat
dan aku sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan....

Ya Allah

Ya Allah..
Di Perjalanan yang entah dimana ujungnya ini,..
seringkali godaan memburu....
Keimanan menjadi lesu, hati dipasung nafsu 
dan disaat lain pula keinsafan bertamu....

Penyiksaan membelenggu....
Jiwa dan raga bagai dipalu...
Lantas nama Mu kuseru...

Keberadaanku nyata dihadapan Mu..
dan Keadaanku tidak tersembunyi dari Mu..
Berilah aku Hidayah dan Cahaya untuk sampai
Kepada Mu...


Dan Teguhkanlah aku dalam pengabdian
Kepada Mu


Ya Allah...
Rahmat dan Kasih sayang Mu ku rindu....

Ramadhan???Sedekah???

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah.

Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

SAKARATUL MAUT

Pesan Sahabat Untuk Sahabat Bismillhirrohmanirrohim.... 
***Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut***



“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghoza...li mengutip atsar Al-Hasan). Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR.Bukhari) Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW . Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

LA TAHZAN

la-tahzanIDENTITAS BUKU
Judul : La Tahzan ~ Jangan Bersedih
Penulis  : DR. Aidh al-Qarni
Penerbit : Qisthi Press
Tahun terbitan : 2003
Dimensi : 15 x 24 cm
Tebal : 572 halaman + xxviii
Diresensi oleh Ifan Iqbal

SINOPSIS
Buku La Tahzan merupakan salah satu buku self-help, buku petunjuk cara hidup, dan buku motivasi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa.
Buku ini akan mengatakan kepada pembacanya, “Bergembiralah dan berbahagialah!” atau “Optimislah dan tenanglah!”. Bahkan, mungkin pula ia akan berkata, “Jalani hidup ini apa adanya dengan ketulusan dan keriangan!”. Buku ini berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat penyimpangan terhadap fitrah saat berinteraksi dengan sunah-sunah Allah, sesama manusia, benda, waktu dan tempat.
Ada beberapa hal penting dari buku ini. Diantaranya adalah:
Pertama, buku ini ditulis untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan mengingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah.
Buku ini merupakan pengetuk hati agar selalu ingat akan rahmat dan ampunan Allah, bertawakkal dan berbaik sangka kepada-Nya, mengimani qadha dan qadar-Nya, menjalani hidup sesuai apa adanya, melepaskan kegundahan tentang masa depan, dan mengingat nikmat Allah.
Kedua, buku ini mencoba memberikan resep-resep bagaimana mengusir rasa duka, cemas, sedih, tertekan, dan putus asa.
Ketiga, buku ini bersifat umum, alias untuk siapa saja. Singkatnya, untuk kaum muslim maupun nonmuslim. Pasalnya, pembicaraan dalam buku ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluriah dan persoalan-[ersoalan umum kejiawaan manusia. Namun begitu, buku ini tetap menempatkan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh.
Keempat, dalam buku ini pembaca tidak akan hanya menjumpai kutipan-kutipan pernyataan dari orang-orang Timur, tetapi juga dari orang Barat.

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN

Keutamaan Membaca Al-Qur`an

 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apakah salah seorang dari kalian suka jika ketika dia kembali kepada isterinya, di rumahnya dia mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting lagi gemuk-gemuk?” Kami menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tiga ayat yang dibaca oleh salah seorang dari kalian di dalam shalatnya adalah lebih baik daripada ketiga ekor unta yang bunting dan gemuk itu.” (HR. Muslim no. 802)
 
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu senilai dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, akan tetapi ALIF satu huruf, LAAM satu huruf, dan MIIM satu huruf.” (HR. At-Tirmizi no. 2910 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Takhrij Ath-Thahawiah no. 158)

Kiat Dan Cara Istiqomah (Teguh Pendirian) Menurut Kitab Riyadhus Shalihin

Kiat Dan Cara Istiqomah (Teguh Pendirian) Menurut Kitab Riyadhus Shalihin

Allah Ta’ala berfirman : ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : ”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, serta bergembiralah dengan surgayang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS Fushilat : 30 – 32).

Allah Ta’ala berfirman : ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya ; sebagai balasan terhadap apayang telah mereka kerjakan”. (QS Al-Ahqaaf : 13-14).

1. Dari Abu ‘Amr, ada yang mengatakan Abi Amrah Sufyan bin Abdullah ra., ia berkata : “Saya berkata kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya suatu ucapanyang mengandung ajaran Islam dan saya tidak akan bisa menanyakan kepada orang selain engkau !” Beliau menjawab : “Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian teguhlah kamu dalam pendirian itu . (HR.Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Biasakanlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah dan berpegangteguhlah pada keyakinan kalian. Ketahuilah, tidak ada seorang pun di antara kalianyang selamat karena amal perbuatannya.” Para sahabat bertanya : “Tidak juga engkau wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.” (HR.Muslim)

160 KEBIASAAN NABI MUHAMMAD SAW

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT

1. Selalu shalat sunnah fajar
2. Meringankan shalat sunnah fajar
3. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
4. Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
5. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
6. Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
7. Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
8. Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
9. Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
10. Shalat sunnah setelah Isya'
11. Mengakhirkan shalat Isya'
12. Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
13. Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
14. Menggosok gigi apabila bangun malam
15. Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
16. Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
17. Memanjangkan shalat malamnya
18. Membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
19. Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
20. Shalat dhuha empat rakaat
21. Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
22. Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama'ah
23. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku' dan bangun dari ruku'
24. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
25. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
26. Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
27. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk
28. Meringankan tasyahhud pertama
29. Meringankan shalat jika berjama'ah
30. Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama'ah
31. Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
32. Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
33. Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
34. Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
35. Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam



KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM'AT DAN DUA HARI RAYA

1. Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum'at
2. Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum'at
3. Mandi pada hari Jum'at
4. Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum'at
5. Memendekkan khutbah Jum'at dan memanjangkan shalat
6. Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
7. Duduk di antara dua khutbah Jum'at
8. Membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum'at
9. Shalat sunnah setelah jum'at
10. Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum'at
11. Mandi sebelum berangkat shalat Id
12. Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
13. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
14. Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
15. Shalat Id di tanah lapang
16. Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
17. Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha
18. Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
19. Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
20. Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
21. Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
22. Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
23. Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id


KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA

1. Puasa dan berbuka secara seimbang
2. Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
3. Berbuka dengan korma
4. Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
5. Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
6. Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
7. Banyak puasa di bulan sya'ban
8. Puasa enam hari syawal
9. Puasa hari Arafah
10. Puasa Asyura atau sepuluh muharam
11. Puasa hari senin dan kami
12. Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
13. Mencium istri di siang hari


KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN

1. Memperbanyak sedekah
2. Memperbanyak membaca Al-Qur'an
3. Megnakhirkan waktu sahur
4. Puasa wishal
5. Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
6. I'tikaf
7. Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya
8. Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar



KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM

1. Tidak pernah mencela makanan
2. Tidak makan sambil bersandar
3. Makan dan minum dengan tangan kanan
4. Makan dengan tiga jari
5. Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
6. Mengambil nafas tiga kali ketika minum
7. Minum dengan duduk dan berdiri
8. Mulai makan dari pinggir tempat makan
9. Berdo'a sebelum dan sesudah makan
10. Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
11. Tidak pernah makan di depan meja makan



KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA

1. Tidur dalam keadaan suci
2. Tidur di atas bahu sebelah kanan
3. Meletakkan tangan di bawah pipi
4. Meniup kedua tangan dan membaca do'a lalu mengusapkannya ke badan
5. Tidak suka tidur sebelum Isya'
6. Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
7. Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
8. Berdo'a sebelum dan setelah bangun tidur
9. Membaca do'a jika terjaga dari tidur
10. Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
11. Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
12. Tidur hanya beralaskan tikar
13. Tidak menyukai tidur tengkurap



KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN

1. Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
2. Sengang bepergian pada hari kamis
3. Senang pergi pada pagi hari
4. Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
5. Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
6. Berada di barisan belakang saat bepergian
7. Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
8. Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
9. Berdo'a jika tiba waktu malam
10. Berdo'a jika melihat fajar dalam perjalanan
11. Berdo'a ketika kembali dari bepergian
12. Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka'at
13. Mengundi istri-istrinya jika bepergian
14. Shalat di atas kendaraan
15. Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
16. Mendo'akan orang yang ditinggal pergi
17. Mendo'akan orang yang akan bepergian
18. Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi



KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO'ANYA

1. Senang berdoa dengan do'a yang ringkas
2. Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
3. Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
4. Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
5. Membaca do'a di pagi dan sore hari
6. Membaca do'a di akhir majlis
7. Membaca do'a saat keluar rumah
8. Berdo'a jika masuk dan keluar kamar kecil
9. Berdoa jika memakai pakaian baru
10. Berdo'a jika merasa sakit
11. Berdo'a jika melihat bulna
12. Memanjatkan do'a di saat sulit
13. Berdo'a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
14. Berdo'a jika bertiup angin kencang



PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW

1. Selalu mengingat Allah di setiap waktu
2. Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
3. Selalu mendahulukan yang kanan
4. Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
5. Tidak menolak jika diberi minyak wangi
6. Tidak pernah menolak hadiah
7. Selalu memilih yang lebih mudah
8. Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
9. Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
10. Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
11. Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya'
12. Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
13. Mengulang salam hingga tiga kali
14. Turut mengerjakan pekerjaan rumah
15. Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
16. Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
17. Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
18. Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
19. Tidak bohong dalam bergurau
20. Berdiri apabila melihat iringan jenazah
21. Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
22. Buang air kecil dengan jongkok
23. Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting
24. Menyuruh istrinya agar memakai kain jika ingin menggaulinya dalam keadaan haidh




Akaha, Abduh Zulfidar, 160 Kebiasaan Nabi saw, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002

Masa Lalu Atau Masa Depan

Masa lalu atau masa depan?

“Oh tidak, pernyataan ini menggambarkan kondisi saya saat ini. Saya memang tidak bisa melakukannya saat ini.”

Mari kita tanyakan lagi, mengapa tidak bisa? Mengapa Anda pikir Anda tidak bisa?



“Karena kemampuan saya sekarang sebatas ini.”

Kenapa hanya sebatas ini?

“Inilah hasil belajar dan pengalaman saya selama ini.”

Hasil belajar dan pengalaman masa lalu kan?

“Iya sich.”

Jadi kondisi Anda saat ini adalah hasil dari masa lalu. Masa lalu dimulai dari detik ini ke belakang.

Lalu bagaimana dengan masa depan? Apakah Anda tidak bisa belajar lagi?

“Ya tentu, saya bisa belajar.”

Apakah Anda bisa melakukan hal baru jika belajar?

“Mungkin.”

“Mungkin” adalah starting point yang lebih baik dibanding kata “tidak bisa”. Kata “mungkin” mengandung sebuah harapan, sebaliknya kata “tidak bisa” memupus harapan.

Dulu, ada seorang kerabat saya mengatakan

“Uang dari mana untuk membiayai anak kuliah?”

Itu dulu…

Sekarang?

Anaknya kuliah!

Dulu, ayah saya berkata kepada saya:
“Sekarang memang tidak punya uang, tetapi jika Allah mengijinkan, kamu bisa menyelesaikan kuliahmu. Kekurangan uang tidak bisa menghalangi kekuasaan Allah.”

10 Alasan untuk Tersenyum


1. Senyum itu ibadah
2. Anda terlihat lebih manis
3. Anda bisa mendapatkan senyum lagi.
4. Menunjukan keramahan Anda
5. Bisa mendapatkan teman baru
6. Memberikan kesan yang positif
7. Menjadikan Anda lebih ceria
8. Menjadikan Anda lebih percaya diri
9. Meringankan beban Anda
10.Mengaktifkan senyawa kimia yang membuat Anda lebih sehat.

Lapang Dada


“Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu, dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutanmu karena sesungguhnya selepas kesulitan itu, ada kemudahan. Maka apabila kamu sudah selesai, kerjakanlah yang lain dengan bersungguh-sungguh. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya kamu berharap.” (QS. 94 : 1-8)

Wahyu ini turun ketika Rasulullah SAW menghadapi masa paling getir dalam hidupnya. Ketika itu baginda kehilangan isteri dan bapak saudara nya serta menghadapi permusuhan dari kaum Quraisy. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah SWT menghi bur dan melapangkan dada baginda dengan turunnya rangkaian ayat itu.
Orang-orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah SWT adalah orang yang tidak terlalu cinta dunia, tapi cinta kepada kehidupan abadi di akhirat kelak. Ia hanya berfikir untuk menyiapkan diri menghadapi kematian, sehingga meraih husnul khatimah.
Jadi, ketika merasa berat dan susah menghadapi cobaan hidup, tanyakan hati, apakah karena terlalu cinta dunia? Adakah fokus hidup dan perhatian hanya tertumpu untuk dunia sehingga tidak ada tempat (hanya sedikit) bagi Allah SWT?
Kata ‘usry bermaksud kesulitan yang ditanggung begitu berat. Tapi kesulitan itu menjadi ringan jika selalu diapit kelapangan dan kemudahan.
Kehangatan hanya dapat aku nikmati jika aku pernah kedinginan. Cahaya hanya boleh menyinari jika aku pernah berada dalam kegelapan.
Jika Engkau tidak pernah memberikan aku kedinginan, kegelapan dan kesedihan, mungkin akan selalu mengabaikan semua nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Mungkin kami menjadi manusia yang kufur nikmat. Dan tanpa kami sadari, kami berjalan jauh dari-MU. Ya Allah, jangan biarkan kenikmatan melalaikan kami daripada mengingati-Mu, karena tiada tujuan kami selain untuk bertemu dengan-Mu.
Ketika menghadapi kesempitan hidup, mengembalikan semua kepada Allah, Kemudahan akan segera datang. Hujan tidak selama-lamanya turun karena ada saatnya berhenti juga. Badai pun pasti berlalu. Hidup adalah perjuangan dan tiada perjuangan yang mudah dan dapat diselesaikan dengan jalan singkat. Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan.
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (At-Thalaaq : 2-3)

Tabdzir

Sekali-kali marilah merenung sejenak bersama, berapa banyak pemubadziran akan dilakukan menjelang dan saat “pesta pemilu”.
***

Kita tidak bicara perkara penghambur-an duit suap menyuap, sogok menyogok, atau pembelian suara, karena itu sudah pasti ada tanggungjawabnya kelak di hadapan Allah.

Kita tidak bicara sedikit banyaknya uang untuk kain-kain bergambar yang ditebarkan di seluruh pelosok tanah air. Pastinya tidak hanya ratusan juta tetapi milyaran rupiah, pada saat banyak anak-anak yang bunuh diri karena malu orang tuanya belum bisa membayarkan SPP, atau mengambilkan ijazah kelulusan yang hanya puluhan atau ratusan ribu rupiah saja.

Kita tidak mempermasalahkan berapa milyar yang dibutuhkan untuk bensin demi arak-arakan di jalanan yang bikin pekak telinga. Jika ada 1 juta saja yang turun kejalan dengan satu liter bensin Rp.5.000,- itu sudah 5 milyar rupiah. Bisa untuk mencegah anak-anak, remaja, atau orang tua-orang tua yang bunuh diri terjepit urusan ekonomi, yang terus terdengar beritanya dari waktu ke waktu.

Kita tidak mempermasalahkan dosa janji-janji palsu, dusta, kebohongan, caci-mencaci, hujat-menghujat, injak-menginjak dan saling menjatuhkan yang gemuruhnya memenuhi kolong langit negeri ini pada masa pesta itu. Karena pasti sia-sia jika menagih, lantaran mereka orang-orang yang tidak bodoh bersilat lidah dan bukan berotak dengkul sehingga tak sulit beralasan.

Entah diingatkanpun mungkin telinga-nya tak mau mendengar atau sudah terlanjur tuli. Apa lagi jika dari rakyat jelata, setelah para ustad dan kyai bisa mereka seret, kelabui dan kibuli. Tetapi para malaikat pasti telah mencatat kata demi kata yang keluar dari setiap mulut.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. 50:18)

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. 82: 10-12)

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut.Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu, kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.(Allah berfirman) “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”. … (QS. 45:28-30)

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. 21:47)

Rasulullah telah memberitahukan: “Tak akan bergeser kaki seorang hamba, sehingga ia ditanya tentang empat hal; Tentang umurnya dihabiskan untuk apa, tentang ilmunya apa yang ia amalkan dengan ilmu itu, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan, dan tentang badannya untuk apa ia kkorbankan/gunakan”

Semua itu dan urusan lain sekitarnya, terpulang kepada masing masing karena akan ditanya Allah setiap rupiah yang telah Allah berikan, setiap kata yang di ucapkan dan setiap makar yang di lancarkan.
***

Tetapi pemubadziran yang dimaksudkan ialah pemubadziran kesadaran manusia. Berapa banyak manusia hari ini sadar dan terjaga dari lamunan yang panjang. Berapa banyak yang dari kesadaran ini bangkit bekerja karena kesadaran itu? Tetapi berapa banyak kesadaran yang ada pada mereka itu tergunakan untuk kebaikan islam dan dakwah?

Tidakkah merasa rugi bila mampu menarik berjuta manusia mendengar jeritan dan pekikan sehingga sanggup bekerja, berjaga, menarik calon pemilih dan keluar habis-habisan tenaga dan uang untuknya. Tetapi semua itu disalurkan pada cita-cita yang rendah. Kemana semua ini bila menang atau kalah nanti. Ia akan hanyut, dingin dan beku lagi.
***

Tidak salah ke jalan raya, asalkan akhirnya membentuk hati dan jiwa manusia. Karena Islam ini fitrahnya di hati bukan di spanduk, slogan, semboyan, jalanan dan kotak pemilu.

Umar bin Khottob, ra telah mengingatkan “Kita telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka barangsiapa yang mencari kemuliaan selain dengan Islam, maka Allah akan menghinakannya.“
Dengan Islam, dengan cara Islam.
***

Kita tidak katakan boikot pemilu dan masuklah kembali ke pondok-pondok dan buka lagi kitab-kitab lama. Tetapi kalau itu yang terbaik untuk islam. Maka kembalilah menyelak lembaran-lembaran lama yang kita tinggalkan itu.

Siapa pun tidak mau mereka yang yang zalim, jahat dan kejam menjadi pemimpin. Orang bodohpun akan berfikir lima-enam kali. Namun, kenapa mereka yang zalim, kejam dan sadis masih dijulang. Karena, jiwa ummah belum dibina. Mereka yang tidak punya jiwa akan memilih mereka yang tidak punya jiwa. Takkan harimau mau memilih gajah menjadi raja rimba.

Karena itu perlu diyakini, ummah tenggelam hari ini bukan karena kurang mempelajari perkara negara atau politik. Tetapi ummah hari ini terlupa membaca dan memahami wahyu dari Pemilik langit dan bumi.

Tidak ada jalan pintas menuju ke syurga. Sekiranya ada tentu Rasul junjungan dan Sahabat memilihnya. Tetapi mereka rela menjalani hidup susah di kota Makkah, menempuh laluan getir hijrah, mendatangi jerih medan Badar, menjejak denai berliku uhud dan kemudian barulah mereka mampu mengibarkan panji kemenangan fathu Makkah.

Adakah kita rasa kita bisa menang dengan banyaknya jumlah? Adakah kita rasa kita bisa menang dengan terbangunnya masjid terbesar dan termegah se-Asia? Adakah kita rasa kita bisa menang dengan gugurnya calon kelompok pihak lawan?

Kita mungkin terlupa dimana badar dan uhudnya perjuangan ini. Atau kita sengaja terlupa bahwa Allah lebih mengenal siapa tentaraNya.
***

Esok, akan terbuka lembaran yang selama ini tertutup rapat. Keputusan terumum jua. Yang menang yang banyak duit dan yang berani bermain kotor.
Yang bersemangat dengan Islam akan gugup menahan cobaan pedih yang entah kali ke berapa.
Tangisan akan menggantikan zikir dan wirid, hutang akan menggantikan infaq yang dinanti. Seluruh masa dan tenaga akan tertabdzir dengan nasehat lama “jangan putus asa, kita kalah karena mereka menipu”.

Dan lebih parah lagi, ummah akan terus tenggelam. Mereka yang tidak punya jiwa akan terus memimpin.
***

Tulisan ini sekadar renungan untuk jiwa yang rasa terpanggil untuk berhenti dan berfikir. Apa pun jua, kita sama-sama yakini, Allah akan menyempurnakan cahayaNya. Adapun, pada tangan siapa dan bagaimana, biarlah sirah junjungan jadi panduan dan kitab suci jadi bekalan.



_____________
Mutiara Amaly

Bismillah

Dua orang badui, satu seorang yang tunduk dan tawadhu, satu lagi seorang yang tertipu; tinggi hati lagi sombong. Keduanya melakukan perjalanan di padang pasir untuk satu keperluan. Si badui tawadlu’ mengikuti peraturan padang pasir, bahwa siapa yang akan melakukan perjalanan di padang pasir haruslah ada penjamin dan berada dalam perlindungan seorang kepala suku, agar mudah dalam perjalanannya. Adapun si tinggi hati, enggan meminta perlindungan.

Pegunungan didaki, gurun diseberangi, si tawadlu’ selalu mendapat kemudahan dalam perjalanannya. Setiap bertemu sebuah kemah atau perkampungan, ia menyebut nama kepala sukunya, maka sambutan hangat dan bantuan selalu ia dapat. Setiap bertemu perampok padang pasir, ia sebut nama kepala sukunya, maka perampok pun pergi meninggalkannya tanpa mengganggunya sedikitpun.

Si Badui tinggi hati menemui hal sebaliknya, tidak ada bantuan yang meringankannya dari penduduk, juga tidak ada kasih sayang dan penghormatan dari para perampok. Perjalanannya sungguh berat, tersia-sia, bahkan kehilangan arah tujuan… bingung dan tersesat, tidak mengenali diri… terus berjalan mengelilingi padang pasir… lelah, tak pernah sampai, tak tahu kemana…
***

Wahai jiwa…, siapakah badui tinggi hati itu? Padang pasir yang luas adalah ibarat dunia ini. Kefakiran dan kelemahan tiada batasnya, sebagaimana musuh dan kebutuhan tiada habisnya. Sebutlah nama Raja yang hakiki bagi padang pasir ini, penguasanya yang kekal, untuk selamat dari kehinaan dan ketakutan.

Ia adalah ucapan ‘bismillah’ harta terpendam yang tak ternilai, kefakiran hamba terikat dengan luas Rahmat-Nya, kelemahan hamba tergantung pada kemahamampuan-Nya yang tak terbatas. Maka kefakiran dan kelemahan tertolong di hadapan yang Maha Merahmati dan Maha Mampu.

Rasulullah mengajarkan, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, maka ia terputus,” (sedikit keberkahannya).



________________
Mutiara Amaly

Penyesalan

“Orang yang paling menyesal pada hari Kiamat ialah lelaki yang ada peluang menuntut ilmu di dunia tetapi ia tidak mengambil kesempatan menuntutnya, dan lelaki yang mengajar ilmu kepada orang lain; lalu yang belajar darinya mendapat faedah dari ilmu itu sedangkan ia sendiri tidak mendapat apa-apa.”
***


Rasulullah saw menggalakkan umat Muslim supaya menggunakan segala kesempatan hidup di dunia untuk mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan keagamaan dan keduniaannya. Dengan ilmu pengetahuan yang betul, dapat dilakukan amalan-amalan ibadah yang betul. Amalan ibadah tanpa ilmu pengetahuan yang betul bisa menjerumuskan seseorang ke dalam bid’ah dan kekeliruan yang merusakkan agamanya.

Disamping itu ilmu pengetahuan bisa membuka ufuk pemikiran dan mendalamkan kesadaran dan keinsafan yang menguatkan keyakinan dan tauhidnya terhadap Allah, dan dengan demikian akan meningkatkan derajatnya di sisi Allah di hari Kiamat kelak.

Rasulullah saw juga menggariskan satu panduan yang penting yaitu tujuan belajar ialah beramal, sama saja apakah ia seorang pelajar atau seorang guru, karena amalan itu merupakan nilai ilmu dan nilai seseorang yang berilmu.

Kata pepatah Arab “Ilmu tanpa amal laksana pohon tanpa buah” alangkah ruginya seseorang guru yang tidak mendapat apa-apa guna dari ilmunya sedangkan orang yang belajar darinya memungut keuntungan-keuntungan yang abadi.

Berapa banyaknya yang beramal syariah Islam dengan baik, tetapi tidak mampu memiliki hati yang suci (salim), dan akhlak yang mulia. Untuk memperoleh keduanya perlu bermujahadah, melawan nafsu dan syaitan. Sebelum itu perlu kepada ilmu-ilmu yang boleh membantu kita dalam perjuangan itu. Ilmu yang sangat bermanafaat bagi mengenal diri insan, dan ingatilah diri sendiri bahwa di akhirat kelak tiada apa harta dan anak-anak yang bermanfaat kecuali yang datang bertemu Allah dengan hati yang salim.


__________________
Mutiara Amaly